PERDEBATAN MENGENAI SISTEM ISLAM (Evaluasi 100 hari pemerintahan SBY)

(Sebelum Baca, Jangan pernah berpikir SARA)
ini hanya sebuah adu argumen untuk brainstorming
Tulisan yang dicetak merah adalah argumen saya

Salah seorang teman menuliskan di status FACEBOOKnya mengenai Program 100 hari kabinet Indonesia Jilid II dan mengusulkan untuk mengganti menjadi sistem negara ini menjadi sistem ISLAM. Berikut Petikkannya:

“AYO kita analisa program 100 hari kabinet Indonesia bersatu Jilid II… dan HASILNYA adalah…. GANTI SISTEM KAPITALIS INI DENGAN SISTEM ISLAM… TIDAK UNTUK SISTEM YG LAIN….”
(Rabu, 27 Januari 2010 at 7:13pm)

Kemudian saya dan dia mulai beradu argumen:

akh mahasiswa banyak omong.hehehehhe… jadi orang sukses n mimpin negara aja ngga,pake kritik..hehehhehehe.. itu sama dengan kamu goblok2ik koki yang ga bisa masak,padahal kamu sendiri ga bisa masak juga.wekekekeke… piss loh..

ckckckc…sepertinya temen ku yang nernama fachri ini perlu pencerahan, pesimis bgd idupnya….
hehehe….
klo ga banyak ngomong ngapain juga aku capek2 kuliah s2 ilmu politik, klo ga ngomongin politik…
makanya klo mw jd koki yg handal en masakannya dipuji yo kerja yg bener dong,,,kan pembeli itu raja…hahaha…
sukses didunia klo celaka di akherat km mw fa???hihihiiii
klo aku ogah enakan sukses dua2 nya deh….^_ ^

Ck..ck.. Jgn tny apa yg negara berikan padamu,tp tanya apa yg kamu berikan pada negara.negara ini bnyk agama dan suku.namanya bhineka tunggal ika.idealis boleh,tp ya harus realistis. Klo ga suka ya pindah ke arab atau negara islam sono.hehehe.. Peace loh..
Ga kebayang klo orang kristen pgn negara kristen atau budha pgn negara budha.wakakakakaka.. Capek deh.

ckckckc…karena aku syg negara makanya aku kritik, kritik itu tanda syg…klo meneng ae tu artinya ga peduli, negara arab en timur tengah bukan negara islam tp negeri yg mayoritas islam, sm kyk indonesia
lo ga pernah bc sejarah negara islam/daulah islam/khilafah islamiyah ya fa…disana kan dikatakan bahwa masy.non muslim akan diperlakukan seperti masy.muslim.,,tp klo amerika en sekutunya yo jelas2 akan diperangi…
aku stuju koq PLURALITAS, karena Allah emg menciptakan perbedaan agama, suku, bangsa, tp TIDAK BUAT PLURALISME.
IDEALIS boleh fa asal bener aja…klo IDEALIS tp salah yo kelaut aje dey hehehehe….

iya.. aturan dan hukum kan jelass….
hukum pancung…potong tangan dll…
hmmm km ga ambil mata kuliah TimTeng yaaah???


begini loh…ganti sistem ini dengan sistem islam karena hanya sistem ini yang shahih/benar, karena berasal langsung dari penciptanya…agama yg diridhoi Allah, berarti km tidak meyakini kebenaran agamamu sendiri dong klo km ga mw menerapkan hukum2 yg sdh ada dlm Al-Qur’an. km beragama karena menyadari agama itu yg benar ato karena keturunan…
sebab ortu islam?

Bagian ini sebenarnya ada beberapa comment dari dia dan saya, namun terlanjur dihapus. Mungkin terlalu SARA kali.
Saya coba inget2.. Saat itu saya mulai bertanya lebih fokus dengan mencuplik kata2 dari dia seperti ini:“Bagaimana bila agama lain menginginkan negara ini menggunakan SISTEM HINDU.BUDHA,KHATOLIK dsb,seperti yang mereka inginkan? Apakah kamu mau?” (saya bertanya berulang2 dengan memutar kata2 dari dia)
Dia kemudianmengirim ke message FB saya dan sebagian potongannya di teruskan di comment statusnya.
emang apa sikapku yg tidak menunjukkan pluralitas…temenku byk yg non, selagi mereka tidak merusak aqidahku why not berteman dgn mereka…”agamamu agamamu dan agamaku agamaku”
jd jelas, kita tidak memaksa mereka untuk memeluk agama Islam tetapi jika khilafah manhaj nabi tegak maka mereka harus tunduk kepada aturan islam (jika mereka warga daulah/negara) tanpa menyuruh mereka meninggalkan agamanya.

Karena saya tidak mendapat jawaban singkat. Saya kemudian bertanya lagi yang intinya sama dengan diatas,
Bagaimana bila agama lain menginginkan negara ini menggunakan SISTEM HINDU.BUDHA,KHATOLIK dsb,seperti yang mereka inginkan? Apakah kamu mau?”

Dia kemudian menjawab dengan sedikit marah, “TIDAK, PUAAS??

hehehhehehehehe….. iya,aku bukan belajar islam yang fanatik,sampe2 harus pakai celana 3/4 atau pelihara jenggot. aku islam nya gusdur. Islam yang sudah mengikuti perkembangan jaman. so, ada beberapa yg sudah tidak sesuai di pakai di jaman sekarang..wekekkekeke. (bukan berarti ditinggalkan)

Muhhamad aja bisa adil.. kok kamu ngga??hehehhe

ooooooooo…pantes pemikirannya gusdur….
klo gt sampe disini aja diskusi kita karena, seseorang yang ingin memahami islam yg sebenarnya pasti akan berfikiran jernih menerima masukan yang haq.
klo hanya ingin mencari perdebatan yang tidak kunjung selesai tanpa adanya keterbukaan pemikiran itu akan mental. hanya Allah yang dapat membolak balikkan hati umat-Nya

(Salah seorang dari teman dia berkata di sela2 perdebatan kami)
kalian itu koar2 aja…sampe mulutnya bengkak…
ngk yang bermutu….
hanya masyarakat yang bisa mendemo pemerintah entah itu dari golongan petani sampe golongan S3 sekalipun. sedangkan pemerintah tidak bisa mendemo masayarakat yang tidak mengerti dan tidak mau tqau tetang hukum.
masyarakat dan pemerintah itu sama saja…
jadi jangan koar2 tok….blegedesh….!!!

Setuju sama Wiwid. Itu intinya.
Saya sedang memberi info ttg plural di tindakan, bukan cuma dimulut.
Pertanyaanku kok ngilang? jawab dunk cit,
“Klo kamu ga mau menerima pemikiran dr agama lain, apa yg km lakukan?

Ekh… kok Comment ttg pertanyyaanku ke kamu dihapus???
hehehehhe ada apa????

DIAM bukan berarti kalah….udah ah males berdebat sm org liberal percuma, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. bentar lg semua comment mu ku apus koq merusak pemandangan statusku.

hehehehe… ini loh yang aku bilang diatas, “Idealis boleh,tapi harus realistis”. (Dulu di BEM makanya aku jarang ikut demo kalo ga realistis).
Klo kamu mau GANTI SISTEM KAPITALIS INI DENGAN SISTEM ISLAM, bisa ga kamu bendung amarah orang yang non ISLAM?
Seperti jawabanmu tadi, sebaliknya mereka (Non islam) juga ga mau pakai azas ISLAM.
So, tetap Bhineka Tunggal Ika kan? atau kalo km mau ganti sistem ekonomi Islam, kamu usir/bunuh aja orang2 agama Khatolik,Hindu,Budha,dsb. Jadi nanti tinggal orang Islam aja yg di Indonesia.
Aku bukan orang dengan faham liberal,kapitalis,Islam moderat,Anti Islam,Anti non Islam atau apa.
Aku orang Islam, dan aku bertindak/berucap dengan pikiran yg logis dan realistis.aku ga pihak Islam atau agama lain. Makanya harusnya aku marah wkt km tuduh aku islam karena ikut agama ortu.(Tapi karena yg bicara hanya seorang Citili, yah tdk apa). Semua tuduhanmu yg intinya aku orang bodoh,ya aku terima saja. Tapi bukankah kamu sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan dari orang yang bodoh ini?? cukup aku aja yg bodoh,jgn ada yg lebih dari aku bodohnya.heheheheh…
————————————————–
U:DIAM bukan berarti kalah
————————————————–
FAFA:aku setuju statementmu itu. Kita tidak sedang saling mengalahkan. TAPI MENCARI KEBENARAN (footnote bung Ara dr Fraksi PDIP di pansus hak angket).
————————————————–
U:udah ah males berdebat sm org liberal percuma, masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
————————————————–
FAFA:aku bukan liberal, dan aku masih inget dan dengerin kamu ngomong kok. Bahkan aku nunggu jawabanmu dr pertanyaanku td yg kamu hapus.
————————————————–
U:bentar lg semua comment mu ku apus koq merusak pemandangan statusku.
————————————————–
FAFA: Banyak orang marah ke aku yg seperti kamu.dan ujung2nya mutung karena ga bisa jawab lagi dan delete aq di friendlistnya.msh untung kamu cuma delete commentku,ga delete aku di friendmu.
————————————————–
sulit….sulit…sulit….KAWAN mengatakan yang Haq itu haq (yg benar itu benar) dan yang bathil itu bathil (yg salah itu salah) jika ada pertentangan itu adalah konsekuensinya….
————————————————–
Terlepas dari siapa yg salah, maafin aku yaah klo ada salah..

hmmmmmmmmmmmmmmf…capek fa bc comment mu…
hanya satu yg bisa aku blg BACA SIRAH NABAWIYAH…
disana akan dijelaskan bgmn khilafah islamiyah memperlakukan warga non-muslim, aku tidak anti terhadap mereka, aku cm anti pemikiran kapitalis, liberal, komunisme dan induknya sekularisme…terserah km mw comment apa lg…sebenarnya pertanyaanmu udah ku jawab, tp km kurang mencerna aja…km terus mengulan ulang pertanyaanmu…
yah, aku jg minta maaf, yg ku benci bukan individunya tp pemikiran dari individu itu.
wallahu a’lam bishowab

hmm… siapa yang SARA yah??
aku pengen kamu artikan statusmu ini.
GANTI SISTEM KAPITALIS INI DENGAN SISTEM ISLAM… TIDAK UNTUK SISTEM YG LAIN….
apa kamu tidak memikirkan temanmu dari agama lain??
Aku ga SARA, aku cuma pengen meluruskan pemikiranmu, dan aku jg ga nyebut kamu anti non ISLAM.

aku hargai semua comment mu…
meluruskan pemikiranku GA SALAH….makasy bro…
sudah ada Al-Qur’an dan Hadist yang akan meluruskan pemikiranku…

Ek pemikiran yang mana ni yg ga salah?
tapi kalau pemikiranmu yang GANTI SISTEM KAPITALIS INI DENGAN SISTEM ISLAM… TIDAK UNTUK SISTEM YG LAIN…
masih kita debatkan loh.
——————————-
sudah ada Al-Qur’an dan Hadist yang akan meluruskan pemikiranku…
——————————-
begitu juga mereka (agama lain) sudah ada yg menurut mereka bisa meluruskan dan membenarkan pemikiran mereka.
——————————-
kalau semua agama seperti kamu, dan ada agama yang di kucilkan,bukankah ada pertumpahan darah nantinya?
Yah kalau aku tetep berpegang teguh pada PANCASILA dan UUD 45 bagi INDONESIA. Kalau urusan agama, terserah masing2.

2 Responses

  1. ada banyak tipe negara bila ditinjau dari alasan penegakannya.

    ada negara yang ditegakkan atas dasar nasionalisme. kebangsaan. perasaan senasib sepenanggungan. indonesia adalah negara yang didirikan atas dasar ini. sama-sama eks jajahan belanda.

    ada juga negara yang didirikan atas dasar agama. sebagian besar negara eropa didirikan atas dasar agama kristen. darul islam madinah didirikan atas dasar agama islam. iran didirikan atas ajaran syiah. saya pikir masih banyak lagi contoh yang lainnya ya?

    nah, negara yang didirikan atas dasar apapun (baik nasionalisme maupun agama) sewaktu-waktu bisa dikoreksi. turki di era ottoman, misalnya, jelas didirikan atas dasar agama islam. tapi, di kemudian hari dikoreksi oleh mustafa kemal pasha dan berubah menjadi negara nasional seperti sekarang.

    pun dengan negara nasionalis. bisa saja sewaktu-waktu dikoreksi menjadi negara agama. saya lihat ada kecenderungan turki kembali menjadi negara agama. demikian pula indonesia, yang sejak keruntuhan majapahit, digantikan oleh kesultanan kecil barbasis islam (mulai dari semenanjung malaya hingga tidore) kemudian berubah menjadi negara nasionalis pasca penjajahan belanda, bisa saja dikoreksi kembali menjadi negara agama.

    di mana-mana, kedua kubu (nasionalis dan agamis) inilah yang saling berebut pengaruh dan sulit sekali dipersatukan.

    dulu (1675 – 1928) nusantara adalah kesultanan islam, sekarang (sejak 1945 – present) nusantara adalah negara nasional. di masa depan wallahu a’lam. yang jelas roda terus berputar, masa berganti, kejayaan dipergilirkan.

    • Yah.. stuju mas Edo.. memang Nasionalis dan Agamis susah dipersatukan. Dulu Dosen saya pernah bercerita, sewaktu dosen saya ditanya oleh ajudan GusDur ketika GusDur Menjadi Presiden.

      Ajudan tersebut bertanya, bagaimana pendapat ibu mengenai Gus Dur?
      kemudian dosen saya mengatakan secara Diplomatis, Kalau Gus Dur, ingin menjadi Presiden, jadlah Presiden, Kalau ingin menjadi Kyai, jadilah kyai saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: